forum-nouveaumonde.org – Meningitis adalah peradangan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang (meninges) yang bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit. Di antara jenisnya, meningitis bakteri paling berbahaya karena bisa berkembang sangat cepat, menyebabkan kerusakan permanen pada otak/saraf, kecacatan, hingga kematian jika tidak ditangani dalam hitungan jam. Penyebab utama meningitis bakteri invasif adalah bakteri Neisseria meningitidis (meningokokus), dengan serogrup A, B, C, W, dan Y yang paling umum. Di Indonesia dan banyak negara, vaksinasi fokus pada pencegahan serogrup tersebut melalui dua jenis vaksin utama: MenACWY (melindungi terhadap A, C, W, Y) dan MenB (melindungi terhadap serogrup B). Pada 2026, vaksin pentavalen (MenABCWY) seperti Penbraya atau Penmenvy juga tersedia di beberapa negara untuk melindungi lima serogrup sekaligus, meski di Indonesia masih lebih umum MenACWY dan MenB terpisah. Gejala Meningitis yang Harus Diwaspadai Gejala sering muncul tiba-tiba dan bisa memburuk dalam hitungan jam: Demam tinggi mendadak Sakit kepala parah Leher kaku (sulit menunduk atau nyeri saat ditekan ke dada) Mual, muntah proyektil Sensitif terhadap cahaya (fotofobia) Kebingungan, kejang, penurunan kesadaran Ruam kulit (bintik merah/ungu yang tidak hilang saat ditekan gelas — tanda khas meningokokus) Pada bayi: menangis terus-menerus, lesu, fontanel menonjol, kejang. Segera ke IGD jika ada gejala ini — diagnosis dan pengobatan antibiotik intravena harus cepat! Pengobatan Meningitis bakteri memerlukan antibiotik intravena segera (seperti ceftriaxone atau penicillin) di rumah sakit, sering dikombinasikan dengan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan. Pengobatan suportif termasuk pengaturan cairan, oksigen, dan pengawasan ICU. Meski diobati, tingkat kematian bisa 10–15%, dan 10–20% penyintas mengalami gejala sisa seperti gangguan pendengaran, kejang, atau amputasi akibat sepsis. Pencegahan Utama: Vaksin MenACWY dan MenB Vaksin adalah cara paling efektif mencegah meningitis meningokokus. Di Indonesia, vaksin ini tidak masuk program imunisasi nasional rutin, tapi sangat dianjurkan untuk: Calon jamaah haji/umrah (wajib MenACWY, sering diperlukan sertifikat vaksinasi untuk visa Saudi Arabia) Pelancong ke daerah endemis (misalnya Afrika sub-Sahara, Sabuk Meningitis) Remaja dan dewasa muda (usia 11–23 tahun), terutama yang tinggal di asrama, kampus, atau militer Orang dengan risiko tinggi: gangguan imun, asplenia (tanpa limpa), defisiensi komplemen, pengguna obat inhibitor komplemen Jadwal Vaksinasi Rekomendasi (berdasarkan IDAI, CDC, dan sumber terkini 2026): MenACWY (contoh: Menveo, MenQuadfi, Nimenrix): Remaja: dosis pertama usia 11–12 tahun, booster usia 16–18 tahun. Dewasa berisiko: 1 dosis, booster setiap 3–5 tahun jika risiko tinggi. Untuk jamaah haji/umrah: 1 dosis 10–14 hari sebelum keberangkatan. MenB (contoh: Bexsero, Trumenba): Direkomendasikan usia 16–23 tahun (shared clinical decision-making), terutama di daerah dengan kasus tinggi atau outbreak. Biasanya 2–3 dosis tergantung merek (interval 1–6 bulan). Untuk risiko tinggi: mulai lebih awal, booster setiap 1–3 tahun. Vaksin Pentavalen (MenABCWY): Opsional di beberapa negara untuk usia ≥10 tahun jika butuh keduanya sekaligus (1 dosis pengganti terpisah). Efektivitas vaksin mencapai 85–90%+ untuk serogrup yang ditargetkan, meski tidak 100% karena variasi strain. Efek Samping Vaksin Umumnya ringan dan hilang sendiri: MenACWY: demam ringan, nyeri/kemerahan di tempat suntik (hilang 1–2 hari). MenB: lebih sering — kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, demam, mual, diare (hilang 3–5 hari). Reaksi alergi berat sangat jarang. Konsultasikan dokter jika ada riwayat alergi vaksin sebelumnya. Tips Penting Vaksinasi + menjaga kebersihan (cuci tangan, hindari berbagi minum/makan dengan orang sakit) adalah kunci pencegahan. Di Indonesia, vaksin ini tersedia di klinik vaksinasi, rumah sakit, atau puskesmas tertentu (biaya sekitar Rp500.000–Rp1.500.000 per dosis, tergantung merek). Untuk haji/umrah 2026, pastikan vaksin MenACWY minimal 10 hari sebelum berangkat. Meningitis adalah penyakit yang bisa dicegah — jangan anggap remeh! Jika Anda atau anak remaja berencana bepergian, kuliah, atau punya faktor risiko, konsultasikan dokter atau klinik vaksinasi terdekat segera. Lindungi diri dan keluarga dari “pembunuh diam-diam” ini! Post navigation Fenomena Super Flu Kenali Gejala dan Cara Menghadapinya